RINDU
Dipublikasikan pada 21 Maret 2025
2 min baca

Bacaan: Mazmur 63:1-8

Ya Allah, Engkaulah Allahku, pagi-pagi aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku letih merindukan Engkau… (Mazmur 63:2)

Apakah Anda mengetahui lagu “Ini Rindu” yang sempat terkenal di tahun 1990an? Lagu yang dinyanyikan oleh Farid Hardja ini menceritakan kerinduan seorang pria pada kekasihnya. Liriknya berbunyi: “Ooh, aku rindu... katakan

padanya aku rindu ....”

Mazmur 63:1-8 merupakan ungkapan kerinduan pemazmur tetapi bukan pada kekasihnya, melainkan pada Allah. Lihatlah bagaimana rasa rindunya diungkapkan. Pemazmur seolah membayangkan dirinya sedang menderita dehidrasi atau kekurangan air secara rohani. Dia sangat merindukan air yang segar yaitu firman Allah untuk memuaskan kerinduannya. Itulah sebabnya “ia memandang kepada Allah di tempat kudus, sambil melihat kekuatan dan kemuliaan-Nya” (ay. 3). Hasrat dan dahaga kerinduannya dipenuhi oleh Allah sehingga ia bersukacita dan menyanyikan pujian syukur serta menyaksikan bahwa “kasih setia Allah itu lebih dari hidup” (ay. 4). Hal ini dilakukan pemazmur terus menerus sepanjang hidupnya.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita memiliki kerinduan kepada Tuhan seperti pemazmur? Bagaimana kita mengungkapkan rasa rindu kita kepada Tuhan? Ada lagu sederhana yang mudah diingat, yang syairnya diambil dari Mazmur 63:4, demikian: “Kasih setia-Mu lebih dari hidup, maka bibirku memuji Engkau.... “ Mari kita nyatakan kerinduan kita kepada Tuhan dengan memuji-muji Tuhan seumur hidup kita.

REFLEKSI:

Ungkapkan rasa rindumu pada Tuhan dengan menyanyikan pujian syukur kepada-Nya.

Kategori
Bagikan
Artikel Lainnya
Lihat Artikel Lainnya
5 Orang Membaca