Bacaan: Daniel 3:19-30
Lalu raja memberikan kedudukan tinggi kepada Sadrakh, Mesakh, dan Abednego di wilayah Babel. (Daniel 3: 30)
“Zero to Hero” adalah judul film drama Hongkong (2021) yang maknanya dari nol atau bukan siapa-siapa kemudian menjadi pahlawan. Film ini berkisah tentang So Wai Wai, seorang difabel yang berhasil meraih medali emas di Paralympiade yang merupakan Olimpiade khusus bagi para atlet difabel. Keberhasilan So Wai Wai itu dapat diraih berkat dukungan dari ibunya yang mengasihi dan tekun mendampinginya.
Kisah tentang Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dalam Kitab Daniel 3 memiliki kemiripan dengan kisah kehidupan So Wai Wai. Ketiga orang sahabat Daniel tersebut adalah orang-orang biasa yang bisa disebut zero, tetapi mereka hidup benar dan setia beribadah kepada TUHAN. Akibatnya mereka diberi hukuman mati dengan cara dibakar di dapur api oleh Raja Nebukadnezar. Namun TUHAN menyelamatkan mereka sehingga mereka tidak mati terbakar, bahkan sebaliknya beroleh kehormatan dari Raja Nebukadnezar. Bahkan melalui peristiwa itu, nama TUHAN dipermuliakan dan selanjutnya mereka tidak dilarang untuk beribadah kepada-Nya. Maka Sadrakh, Mesakh, dan Abednego berubah menjadi pahlawan (hero) karena ketaatan mereka kepada TUHAN.
Kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego adalah contoh bagaimana Tuhan mengubah kondisi yang seolah tanpa harapan (zero) menjadi sebaliknya (hero). Perubahan dari orang yang dianggap rendah dan patut dihukum mati menjadi orang yang hidupnya mulia dan menjadi berkat. Terpujilah Tuhan.
REFLEKSI:
Ketaatan kepada Tuhan menjadi fondasi utama bagi kita untuk berubah seperti “Zero to Hero”.